Belakangan ini marak sekali dibicarakan isu mengenai pemanasan gobal, yakni sebagai ancaman bagi ekosistem mahkluk hidup yang menghuni bumi. Konsep hunian yang menggunakan alam sebagai fokus perhatian utama, pada dasarnya mampu memberikan kontribusi yang penting untuk mencegah pemanasan global. Berikut kami ajak Anda untuk melihat dua hunian yang concern terhadap pengembangan aspek alam yang natural pada wilayah pemukimannya.

Menggulirkan konsep sebuah kawasan hunian yang berwawasan lingkungan, sesungguhnya tidaklah sulit. Sebab, kini telah terbukti banyak sekali perumahan yang tergerak untuk berpijak pada konsep yang menyatu dengan aspek lingkungan. Bukan saja lokasinya yang sejuk, asri, dan tampil natural. Tetapi esensi lebih dari pada itu, adalah bagaimana pengembang, menata konsep hunian yang menyatu dengan alam, serta bagaimana memeliharanya. Dalam hal ini estate management sebuah perumahan mampu secara konsisten memelihara kawasannya agar tetap mengindahkan lingkungan sekitarnya.

Menempati lokasi yang strategis di Kota Bogor, Pakuan Regency sedari mula memang menempatkan alam dan lingkungan menjadi tema sentral. Karena itu lingkungan hunian dengan sistem cluster yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan, dipadukan desain modern yang menyatu dengan kehijauan alam dan sejuknya udara segar punya filosofi: Modern Living Meets Nature.

Pakuan Regency memang dikaruniai alam yang indah dengan pemandangan Gunung Salak dan Gunung Pangrango, tetapi hal tersebut tidak akan berarti bila si pengembang tidak pandai memelihara serta mengkonservasi alamnya. Karena itu PT. Mitramandala Semestapusaka selaku pengembang, menata kawasannya dengan memperhatikan lingkungan. Misalnya mereka tidak mengaspal jalan-jalan di seluruh komplek, tetapi lebih memilih paving block karena bisa meresapkan air hujan ke dalam bumi, serta mereka menanam ribuan pohon lindung dan buah untuk menjaga kelestarian juga menjaga kualitas air tanah.

Untuk mengurangi konsumsi pemakaian kayu sebagai material bangunan rumah, pengembang mencari alternatif lain seperti memanfaatkan baja ringan sebagai atap rumah di kawasan Pakuan Regency. Pengolahan limbah rumah tangga juga menjadi perhatian utama pengembang. Mereka menyediakan tempat khusus yang memisahkan antara sampah organik dan non-organik di setiap depan rumah. Berpijak dari langkah-langkah yang mereka tempuh, kedepannya, pengembang ingin menjadikan kawasan ini sebagai komplek wisata botanika.

Tags: , , ,

28 Responses to “Realestat Go Green: Pakuan Regency”

  1. Dewi says:

    Semoga apa yang menjadi konsep pengembangan Pakuan Regency dapat tercapai……..

  2. Rusdy Setiawan Putra says:

    Alhamdulillah … Apa yang akan dilakukan pengembang PT Mitramandala Semestapusaka pengembang Perumahan PAKUAN REGENCY insya Allah mendapatkan barokah dari Allah SWT, kareba konsepnya yang mengusung Modern Living Meets Nature.

    Alhamdulillah, karena saya adalah satu diantara ratusan orang yang telah menjatuhkan pilihannya kepada PAKUAN REGENCY yang terletak di Dermaga Bogor. Langkah PAKUAN REGENCY harus mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah serta dunia perbankan, karena konsepnya yang memelihara bumi dari pemanasan global. Para pengembang lain pun harus mencontoh apa yang dilakukan PAKUAN REGENCY.

    Terima Kasih.

  3. ani says:

    Diharapkan ide yang dirintis Pakuan Regency tentang perumahan yang berwawasan lingkungan dapat direalisasikan sesuai dengan rencana. Sebenarnya dengan green development, pemanfaatan konstruksi bangunan menggunakan kayu tidak dilarang. Justru diupayakan bahwa bahan baku yang digunakan untuk konstruksi banguan sedapat mungkin ramah lingkungan. Termasuk penggunaan rangka atap, daun pintu, energi, sistim pengolahan limbah. Di lain pihak, tentu saja penanaman kayu juga harus semakin digalakkan. Dengan demikian, maka pasokan kayu terus berlanjut.

  4. Liem Boeng says:

    Apakah pihak developer menjamin akan menjaga pavinblok tetap baik ?? masalahnya jalan dengan pavinblok mudah rusak dan bergelombang, apalagi kalo musim hujan… mau cepet ngebenerin gak ?? banyak perumahan yang pake pavinblok, tapi sekalinya rusak, pihak developer tidak mengurusnya… bagaimana dengan PT Mitramandala Semestapusaka ?? apakah menjamin akan menjaga jalannya tetap baik ??

  5. Shelly says:

    Mudah-mudahan apa yang menjadi konsep Pakuan Regency dapat berjalan dengan lancar, karena dengan adanya konsep ini saya akan mengambil di Pakuan Regency.

  6. ariel says:

    Untuk cluster-cluster yang akan dibangun, mudah2an 40% ruang hijau tetap dipertahankan sesuai rencana konsep semula. Karena banyak perumahan masih berorientasi hutan beton dengan memberikan ruang hijau yang sangat minim. Konsep keseimbangan antara ruang resapan/hijau dan bangunan perlu menjadi dasar transformasi konsep perumahan masa depan yang ramah lingkungan. Juga sepanjang jalan perlu penanaman pohon2an sehingga tidak gersang. Bagus juga kalau ada alokasi sedikit untuk koleksi taman hutan biar tambah teduh.

  7. Sri Suharti says:

    Saya membeli rumah di Pakuan Regency, tetapi sekarang saya sangat kecewa sekali. Pada bulan Juni 2008 saat saya melihat bangunan rumah saya, ternyata bangunan tidak sesuai dengan harapan. Beberapa Kusen2 jendela dan pintu kondisinya tidak bagus (ada yang rusak, ada yang gompal2) dan yang paling parah adalah dinding kamar utama itu retak (bukan retak rambut tapi retak beneran). Kayu pintu kamar mandi utama miring, dinding kamar utama bergelombang dan lain-lain. Saya sudah mengajukan keluhan pada awal juni dan sampai akhir agustus ini belum semua keluhan saya selesai (+/- 95%). Malahan kaca kamar utama sekarang ini mengalami keretakan. Yang lebih tidak mengenakan saya adalah pada masa awal Juni sampai dengan Agustus kemaren, saya pernah janjian dengan teknisi rumah dua kali dan dua-duanya tidak datang untuk menemui saya dilokasi rumah. Yang parah adalah pada saat janjian yang kedua dimana saya sudah konfirmasi kepada teknisinya untuk melihat kelokasi dan teknisi tersebut sudah menyanggupi, dia tidak datang kelokasi dan pada saat saya konfirmasi ketempat customer servicenya, ada yang mengatakan bahwa teknisi tersebut berada ditempat mulai dari pagi dan sampai dengan saat saya datang ke customer service itu, teknisi tersebut baru pulang. Saya menunggu sampai dengan dua jam di lokasi rumah karena dia bilang sedang melayani customer lain. Sikap tersebut menurut saya sangatlah tidak professional dan sangat mengecewakan sekali. Memang sih marketinya minta maaf kepada saya atas kejadian tersebut. Tetapi berhubung hal itu sudah terjadi dua kali kepada saya, apakah ada yang bisa menjamin itu tidak akan terjadi untuk ketiga kalinya atau kesekian kalinya bilamana tidak ditangani dengan serius oleh pihak developer? Sampai dengan saat ini pihak developer belum melakukan serah terima bangunan dan tanah kepada saya padahal sesuai perjanjian awal seharusnya sudah diserahkan paling lambat akhir Juli.
    Mudah-mudahan hal ini tidak dialami oleh Bapak/Ibu lain yang membeli rumah di Pakuan Regency.

  8. Sri Suharti says:

    Saya membeli rumah di Pakuan Regency, tetapi sekarang saya sangat kecewa sekali. Pada bulan Juni 2008 saat saya melihat bangunan rumah saya, ternyata bangunan tidak sesuai dengan harapan. Beberapa Kusen2 jendela dan pintu kondisinya tidak bagus (ada yang rusak, ada yang gompal2) dan yang paling parah adalah dinding kamar utama itu retak (bukan retak rambut tapi retak beneran). Kayu pintu kamar mandi utama miring, dinding kamar utama bergelombang dan lain-lain. Saya sudah mengajukan keluhan pada awal juni dan sampai akhir agustus ini belum semua keluhan saya selesai (+/- 95%). Malahan kaca kamar utama sekarang ini mengalami keretakan. Yang lebih tidak mengenakan saya adalah pada masa awal Juni sampai dengan Agustus kemaren, saya pernah janjian dengan teknisi rumah dua kali dan dua-duanya tidak datang untuk menemui saya dilokasi rumah. Yang parah adalah pada saat janjian yang kedua dimana saya sudah konfirmasi kepada teknisinya untuk melihat kelokasi dan teknisi tersebut sudah menyanggupi, dia tidak datang kelokasi dan pada saat saya konfirmasi ketempat customer servicenya, ada yang mengatakan bahwa teknisi tersebut berada ditempat mulai dari pagi dan sampai dengan saat saya datang ke customer service itu, teknisi tersebut baru pulang. Saya menunggu sampai dengan dua jam di lokasi rumah karena dia bilang sedang melayani customer lain. Sikap tersebut menurut saya sangatlah tidak professional dan sangat mengecewakan sekali. Memang sih marketinya minta maaf kepada saya atas kejadian tersebut. Tetapi berhubung hal itu sudah terjadi dua kali kepada saya, apakah ada yang bisa menjamin itu tidak akan terjadi untuk ketiga kalinya atau kesekian kalinya bilamana tidak ditangani dengan serius oleh pihak developer? Sampai dengan saat ini pihak developer belum melakukan serah terima bangunan dan tanah kepada saya padahal sesuai perjanjian awal seharusnya sudah diserahkan paling lambat akhir Juli.
    Mudah-mudahan hal ini tidak dialami oleh Bapak/Ibu lain yang membeli rumah di Pakuan Regency.

  9. GREEN says:

    Ala masak iya ????………

  10. Sri Suharti says:

    Well, sebenarnya saya ada bukti berupa foto-foto dari keadaan rumah saya seperti yang saya sebutkan pada pernyataan sebelumnya, tetapi saya tidak publish karena dengan perjuangan saya, beberapa hal tersebut sudah diperbaiki.
    Sebenarnya selain hal-hal yang sudah saya tuturkan sebelumnya, banyak kejadian menyusul lainnya yang menambah kekecewaan saya sampai saat ini. dan ini saya jadikan pelajaran untuk saya pribadi agar kelak dikemudian hari, saya tidak terkena janji manis developer. Dan bilamana ada kesempatan untuk memiliki rumah lagi, saya lebih memilih untuk membeli kavling tanah dan membangun sendiri rumahnya.
    Semoga Bapak/Ibu yang lain tidak mengalami kekecewaan seperti yang saya alami.
    Terima kasih.

  11. habieb rizieq says:

    bu suharti kok malah curhat ? gitu aja kok repot!

  12. Kakay Sukaesih says:

    Setuju bu Suharti.

  13. asepajabar says:

    sepertinya dari komentar2 tersebut diatas, semuanya adalah marketing dan kaki tangan developer pakuan regency, kecuali bu suharti dan mbak kakay sukaesih tentunya…

  14. Siska Maharijaya says:

    Saat ini saya telah menempati Perumahan di Pakuan Regency juga dan secara tidak langsung saya juga mengalami kekecewaan dengan Developernya.
    Keluhan Bu Sri Suharti seharusnya jadi masukan yang baik untuk pengembang PT. MIMANTAKA. Tp sepertinya hal itu justru dijadikan keluhan yang masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri saja.
    Jika anda masih memperlakukan semua konsumen dengan cara seperti itu, saya jamin cluster-cluster yang anda bangun selanjutnya tak akan laris manis seperti sebelomnya. Ingat bahwa konsumen adalah raja. Kami para pembeli sebenarnya tau diri juga dengan komplain-komplain yang kami ajukan. Tp sayangnya PT. Mimantaka tetap saja mengacuhkan keluhan-keluhan kami.
    Semoga ini jadi koreksi untuk PT. Mimantaka

    Terima kasih

  15. shinbi says:

    wah koq citra developernya jelek yah, saya jd mikir2 lagi nih buat ambil pakuan regency …

  16. windarti says:

    Mudah-mudahan pengalaman ibu Sri Suharti menjadi masukan yang positif dan perbaikan buat pihak pengembang perumahan Pakuan Regency, sehingga tidak menimbulkan keraguan bagi calon konsumen & kekhawatiran bagi konsumen yang lainnya. Saat ini saya sedang menunggu penyelesaian pembangunan rumah saya di Pakuan regency dan saya tidak ingin “rewel” karena saya pikir PT MIMANTAKA cukup profesional tidak seperti developer perumahan yang lainnya, Semoga……..

    terima kasih.

  17. Makarim says:

    Saya sudah menempati sebuah rumah di Pakuan Regency, dan saya juga sudah banyak mendengar keluhan-keluhan dari beberapa penghuni lainnya. Meski saya juga punya sedikit komplain dengan rumah ini, namun overall saya cukup puas. Banyak hal yang dikeluhkan penghuni lain tidak saya alami. Semoga jangan pernah deh. Mungkin karena saya cukup beruntung ya… tapi saya pikir perumahan ini cukup worth… Saya usul… supaya di gerbang depan, areal penitipan kendaraan seperti sepeda dan sepeda motor dinaungi dan tentu saja dibuat lebih terakomodir (karena sekarang hanya sementara), dan tentu saja dibuatkan pathways untuk pedestrian… demi mengusung konsep hijau nya dengan mengurangi emisi karbon kendaraan…

  18. titi dj says:

    Saya penghuni di pakuan regency mo tanya donk sama management pakuan regency…apa memang ada aturannya untuk para pedagang atau kendaraan yang membawa material bangunan kalo mau masuk ke pakuan regency harus bayar uang pos..kl memang tidak ada,sebaiknya dibuatkan aturannya saja agar tidak menjadi pungutan liar (PUNGLI).Dan mohon diinfokan ke para penghuni secara resmi.

  19. Hendi says:

    Type berapa yang tersedia dan berapa harganya ?

  20. Arief Rakhmadi says:

    Saya juga membeli rumah di Pakuan Regency, tapi saya belum check apakah sudag dibangun atau belum, karena saya tinggal di Manado untuk sementara ini.
    Tapi kalau membaca yang jelek jelek tentang Pakuan Regency, jadi agak was was juga. Tapi mudah2 an tidak Pakuan Regency bekerja secara professional, tidak mengecewakan customernya.

  21. Mang Engkus says:

    Saya sebenarnya tertarik dengan Pakuan Regency, tetapi mendengar keluhan konsumen seperti Bu Sri Suharti dll, saya jadi was-was atau takut membeli rumah di Pakuan Regency. Semongga PT. Mitramandala Semestapusaka selaku pengembang mendengar keluhan tersebut. Karena kelangsungan perusahan tergantung kepada konsumen lo

  22. Jajang says:

    Saya sudah akad kredit, tetapi sampai sekarang belum dapat menghuni di Pakuaan Regency dengan alasan listrik belum menyala dan air dari PDAM belum mengalir. Kapan rumah tersebut dapat didiami ?

  23. Widya Dewi says:

    Dirugikan dan Diancam oleh Developer Pakuan Regency
    Kamis, 19 Maret 2009

    Bantuan Artikel
    Halaman Cetak Halaman Untuk Cetak
    Kirim Artikel Kirim Artikel Ini
    Komentar Komentar Pembaca
    Technorati icon Link Ke Blog Anda
    AddThis Social Bookmark Button
    kami adalah pembeli 2 unit di Pakuan regency Cluster Narayana Blok E 9 no: 2 dan 6 dimana untuk unit no: 2 adalah beserta bangunan sedangkan unit no: 6 adalah kavling tanah saja.

    Tranksaksi sudah kami lakukan sejak 5 Agustus 2008, PPJB telah ditandatangani, kewajiban berupa Uang muka sudah lunas kami setorkan, kredit perumahan sudah disetujui (BNI Griya) serta Akad Kredit sudah siap dilaksanakan.
    Mendadak kami diberitahukan oleh bank bahwasannya unit yang akan kami agunkan tidak sesui deng rincian yang ada pada mereka, dan pada tanggal 22 Februari 2009 kami melakukan pengecekan ternyata benar bahwa bangunan Type 36 dibangun diatas lahan kavling yang kami beli, yang seharusnya Kosong.

    Kami meminta pertanggung jawaban saat itu juga kepada pihak pengembang, namun kami tidak memperoleh awaban yang memuaskan, bahkan salah satu direksi “Menolak” untuk berbicara dengn kami lewat telepon.

    Bersyukur Pakuan Regency mempunyai staf marketing dan lapangan yang menyenangkan sehingga kami masih ditanggapi dengan baik.

    Hingga saat kami menuliskan surat keberatan ini, tidak ada Satupun pihak pimpinan Pakuan regency yang mencoba menghubungi kami dengan cara apapun baik tertulis maupun lisan untuk mengajukan permohonan maaf.

    Sampai sekarang kami tidak menerima tawaran yang memuaskan dari pihak pakuan Regency Untuk apa yang menimpa kami, semuala kami ditawarkan dipindahkan blok dengan kompensasi kelebihan tanah, yang belakangn dibatalkan.

    Kami sudah sangat lelah, Materiil maupun Non Materiil, Kami sangat dirugikan, bangunan kami dihentikan pembangunannya artinya akan ada penundaan serah terima, padahal kami mengandalkan rumah itu untuk kami tempati, karena kami harus pindah dari tempat tinggal kami sementara, keterlambatan berarti kami harus membayar ongkos sewa tahunan untuk rumah yang kami tempati sekarang tentu saja Pihak Pakuan Regency Sangat Tidak mau tahu dengan keadaan kami.

    Padahal kami sudah berusaha sangat berbaik hati, dengan memberi kesempatan pada pihak Pakuan Regency untuk memberi kami pilihan, dibanding dengan kerugian harus merobohkan bangunan yang tidak pada tempatnya itu. Kami dipindahkan ke blok lain, tentunya kami meminta serah terima tetap pada waktunya.
    Namun yang kami dapat dapat adalah TIDAK ADA yang kami dapat adalah kalimat “Apabila ibu minta bangunan dipercepat, selesai dalam jangka waktu yang sama maka kami tidak menjamin kualitas bangunan”

    PENGEMBANG macam apa ini!!! Yang kami dapat malah ancaman!!!!
    Mana profesionalisme!!!!!
    Kami sangat menyesal membeli unit di Pakuan Regency!!!!!

    Bersama ini kami menuntut pertanggung jawaban Pakuan Regency
    Atas kerugian:

    1. Moral, atas segala tekanan, kejadian dan perbuatan yang tidak menyenangkan yang disebabkan pakuan Regency!!

    2. Materiil, untuk segala yang sudah kami bayarkan, kami berhak mendapatkan HAK kami

    3. Materiil, untuk Uang sewa yang harus kami bayarkan karena keterlambatan serah terima unit kami

    4. Fisik dan Materiil, yang sangat melelahkan karena kami harus berulang kali kembali ke bogor dari Jakarta hanya untuk mengecek unit kami yang salah dibangun oleh pakuan Regency, cek lokasi baru dll.

    Kami sudah sangat mencoba mengerti posisi kerugian Pakuan Regency atas kerugian bangunan yang salah bangun, NAMUN ternyata kami sangat Tidak DIMENGERTI

    Widya Dewi
    Kemanggisan
    Jakarta Selatan

  24. Indra Hasim says:

    Pakuan Regency Banjir

    Benar, Pakuan Regency Banjir. Terutama di jalan-jalannya setelah banjir reda. Air setinggi mata kaki menggenang tak kurang dari tiga hari, kalau hujannya terus menerus maka banjir di jalan-jalan kompleks perumahan dibangun PT Mimantaka ini sudah seperti kubangan kerbau. Pokoknya sangat mengecewakan.
    Tak hanya itu, masalah keamanan pun mulai muncul sejak rumah mulai dihuni. Katanya sistem cluster yang menjanjikan keamanan dan kenyamanan, tapi faktanya maling-maling berkeliaran menerobos ke dalam rumah. Beberapa penghuni di Cluster Linggabuana jadi sasarannya: tidak hanya Tabung Gas dan Kompor gas yang dicuri, tapi juga sepatu, sandal dan barang-barang kecil lainnya mulai dicuri. Saya khawatir dalam waktu dekat akan terjadi perampokan besar dan lain-lain jika dibiarkan dan tidak direspons oleh developer yang bego dan goblok ini.
    Isu lain yang beredar, lahan di Pakuan Regency adalah bekas pemakaman … Wah wah gawat pula kalo gini. Hai PT Mimantaka : Anjinglah kau ! Martole Sijong-jong, Pukimak, Cukimai …

  25. Amir says:

    Wah Gayat ni kalau ngambil Perumahan Pakuan Regency, semakin banyak keluhan dan kelemahannya. Jadi males deh, saya mau batilan aja. Kayanya deplovernya nga becos tu, mau uangnya aja.

    Amir Bogor

  26. tyas says:

    Awal2nya saya juga mengalami hal2 seperti itu. tapi akhirnya saya menuntut ganti rugi walaupun cuma dibayarkan setegah dari yang saya minta. Gimana nggak rumah sudah lunas dari maret 2008, padahal perjanjiannya Juni diserah terimakan, sampai akhirnya september 2008 baru diserahkan.

    Komplain karena ada dinding yang retak kami layangkan dari bulan Juni 2008 tidak pernah ditanggapi, akhirnya saya menulis surat langsung ke direktur, karena untuk ketemu direktur kayanya susah sekali. Setiap datang ke kantor pemasaran di Jl. Padjajaran pasti pulangnya dengan perasaan marah.

    Tiga kali saya datang ke kantor itu selainnya saya selalu mentransfer cicilan rumah saya.

    Pertama datang waktu mau menyerahkan uang DP, saya membawa uang 20 Jt. harus menunggu 1 Jam dan pegawainya makan bubur ayam dulu di depan mata saya. KETERLALUAN.

    Kedua datang ke kantor adalah waktu tanda tangan PJB dengan notaris, kami harus nunggu 2 jam, dan orang kantor tidak melayani dengan baik boro2 senyum.

    Ketiga saya datang karena ditelp marketing untuk mengambil uang ganti rugi yang saya ajukan, waktu saya datang, saya bilang mau ketemu bapak bagian keuangan……….. dan dengan tidak ramahnya dijawab dengan tidak menyenangkan. Akhirnya saya telp marketing saya untuk menemui saya, krn dia yang menyuruh saya datang. Namun dia juga tidak bisa apa2. Akhirnya pulang dengan tangan hampa.

    Sekarang saya menunggu sertifikat rumah, dan pegawai administrasi bilang nanti saya akan dihubungi. namun sampai sekarang belum dihubungi.

  27. Andriansyah says:

    Kayaknya yang di bilang sama ibu Sri Suharti & Kakay Sukaesih lebaaaay deh,sb saya sendiri salah satu penghuni di pakuan regency merasa enjoy2 aja.sb apa yang telah di lakukan dan pelayanan dari pihak develover terhadap saya wajar ada nya.mungkin ada salah paham,yah namanya aja manusia nggak ada yang sempurna.jadi maklum lah jika ada hal2 yang salah…sedikit.

    NGGAK PERLU DI BeSAR2 kan…Oce

  28. Fafa says:

    Membaca koment di atas, banyak hal yang seharusnya menjadi masukan bagi developer untuk terus meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Kalo dilihat koq sepertinya nilai kepuasan pelanggan pakuan regency masih sangat rendah, artinya tidak sesuai dengan harapan konsumen dan mungkin tidak sesuai dengan janji-janji developer.
    Buat para marketing, tentu bukan hanya mencari konsumen baru saja tetapi juga menjaga hubungan baik dengan konsumen lama.Memang sih ada marketing yang care sama konsumen tetapi ada juga yang kesannya cuek sama customer nya.
    Tentang pengelolaan limbah (termasuk sampah) harus benar-benar baik pengelolaannya…kalo benar ada banjir di pakuan, sebelum lebih banyak penghuni baru seharusnya menjadi konsent bagi pengembang.

    Intinya saya sih mau bilang, semoga developer bisa lebih bersikap profesional untuk segala hal. Moga saja konsepnya bisa sesuai dengan planning awal. Konsumen tentu mengharapkan bahwa lingkungan baru yang dipilih dapat menjadikan harapan baru bagi kehidupannya.Semoga ini dapat terwujud.

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word