Isu pemanasan global atau global warming memang sudah menjadi keprihatinan kita bersama, tidak terkecuali sejumlah pengembang. Mengapa isu lingkungan begitu penting bagi sebuah kawasan hunian ? Apa yang bisa dilakukan oleh sejumlah pengembang dalam mengantisipasi global warming ini ?

Pemanasan global atau global warming dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi arus wacana utama dalam berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali di ranah properti. Hal ini tampak dari sejumlah pengembang yang mulai menggagas konsep pemukiman berwawasan lingkungan. Dalam kaitannya dengan pemanasan global, para pengembang berkreasi agar proyek yang mereka kembangkan minimal turut mengurangi atau tidak menjadi bagian yang turut andil terhadap terciptanya pemanasan global.

Selain Summarecon Serpong, Tangerang, Puri Botanical Residence juga mengusung konsep pembangunan berwawasan lingkungan dengan tema botanical dalam pengembangnya.

Untuk dapat mewujudkan suatu kawasan hunian yang ramah lingkungan layaknya berada di Kebun Raya Bogor, pihak pengembang, PT. Copylas Indonesia bekerjasama dengan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor. Dengan kerjasama ini untuk mewujudkan taman botanik yang berisi ribuan spesies tumbuhan yang rindang, termasuk tumbuhan langka.

Hampir senada dengan tema yang diangkat Botanical Residence, BSD City di Serpong juga meluncurkan hunian The Green yang mengangkat tema lingkungan “where luxury and greenery blend in harmony”.

Aspek konservasi rupanya juga menjadi perhatian Summarecon Serpong. Kawasan yang terletak di wilayah Serpong-Tangerang ini juga memelihara dengan baik danau-danau yang ada disekitarnya. Upaya lain misalnya melarang pembuatan sumur bor, hingga tidak mengalirkan air hujan, melainkan menampung air hujan ke dalam tanah.

Sementara untuk mengantisipasi dampak global warming, Puri Botanical punya kiat tersendiri.

Prinsip-prinsip yang memerhatikan lingkungan sudah tidak lagi bertentangan dengan prinsip-prinsip bisnis normal. Jadi sustainable bukan lagi menjadi beban dalam kegiatan usaha, tetapi sudah menjadi salah satu unsur yang menyumbangkan laba.

Kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) sepertinya tidak pernah berhenti dari proyek pembangunan perumahan. Sehingga tidak berlebihan bila hampir di setiap sudut kota mudah kita jumpai kawasan pemukiman. Apabila pembangunan ini tidak memperhatikan aspek lingkungan, bisa jadi bencana kekeringan dan banjir tidak terelakkan lagi. [m. imam wibowo]

Baca juga :
Green Building for Commercial Building
Mendorong Jakarta Menjadi Green City
M. Ridwan Kamil : Green City Butuh Keseimbangan Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan
Apakah Jakarta Memerlukan Green Buildings?

Tags: , , , , , , ,

2 Responses to “Global Warming & Green Building”

  1. jalansutera says:

    bagus nih ada acara TV punya blog. isinya pun keren.

    kalo boleh usul, alangkah lebih bagusnya kalo theme blog ini diganti. toh wordpress.com juga menyediakan banyak theme yang saya pikir lebih cocok dengan realestat. cobalah sedikit dikustomisasi, misalnya headernya diganti supaya lebih ‘ngejreng’ dan tidak sama/sebangun dengan blog sebelah.

  2. miwibowo says:

    Terimakasih untuk kunjungan dan komentarnya. Memang masih rada polos dan gagap weblog. Maklum masih dalam taraf learning by doing. Untuk itu kami masih butuh banyak masukan seperti dari Anda ini. Tapi insya Allah, next time semoga bisa lebih baik lagi…

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word