Terus berkembangnya Jakarta menjadi kota megapolitan, tak pelak lagi menjadikan kota-kota disekitarnya sebagai catchment area, yaitu daerah yang menampung luberan penduduk Jakarta. Tangerang misalnya, kota di Barat Jakarta ini, menjadi salah satu wilayah yang paling diburu bagi mereka yang ingin tinggal di luar Jakarta. Hal ini terus terbukti dengan tumbuh dan berkembangnya kawasan-kawasan hunian dan komersial yang tersebar di wilayah Tangerang, khususnya di kawasan Serpong. Daerah yang masuk Kabupaten Tangerang, Banten ini dari tahun ke tahun terus menggeliat dan menjadi catchment area yang paling dinamis dibanding Depok atau Bekasi sekalipun.
Tapi benarkah wilayah Serpong merupakan pilihan tidak tergantikan serta meninggalkan kawasan lain di Tangerang ? Beberapa developer yang mengembangkan kawasan hunian dan komersial di Tangerang selain Serpong tidak sepenuhnya setuju. Banjar Wijaya misalnya, perumahan yang masuk dalam wilayah Cipondoh, Tangerang ini tidak setuju bila hanya Serpong atau daerah-daerah di Selatan Tol Jakarta-Tangerang yang berkembang. Wilayah Utara Tol Jakarta-Tangerang pun tidak kalah menarik karena memiliki akses jalan yang banyak selain jalan tol, juga daerahnya relatif tidak macet.
Persaingan antar pengembang dalam menarik minat masyarakat untuk membeli dan tinggal di kawasan yang mereka bangun memang tidak terelakkan. Serpong, yakni kawasan yang berada di Selatan Jalan Tol Jakarta – Tangerang serta kawasan Tangerang lain di Utara Jalan Tol Jakarta – Tangerang masing-masing memiliki keunikan dan keunggulan yang tidak selamanya bisa diperbandingkan. Harry Jap misalnya, pengamat properti dari Indopreperty ini, cukup arif dan punya cara pandang berbeda dalam melihat persaingan ini. Menurutnya, masing-masing kawasan memiliki kebutuhan yang berbeda, dan tidak semuanya bisa diperbandingkan.
Meski pada kenyataannya Serpong lebih berkembang karena memiliki dua akses jalan tol menuju Jakarta dan sebaliknya, infrastruktur serta fasilitas public pun sudah tersedia dengan representative. Namun menurut Harry, kawasan hunian dan komersial kelas menengah lain diharapkan tidak bermain pada sisi penyediaan fasilitas. Lokasi yang strategis dan kemudahan akses yang tidak hanya mengandalkan jalan tol semata bisa mempunyai nilai jual.
Dibandingkan dengan kota lain seperti Bekasi dan Depok, harus diakui bila Tangerang kini lebih dinamis dan berkembang. Tangerang juga menjadi pilihan favorit bagi warga kota Jakarta, karena tata ruang kota sudah terencana dengan baik juga dipercaya memiliki nilai investasi atau value for money lebih tinggi lebih tinggi dibanding catchment area lainnya. Namun, Tangerang tidak selalu identik dengan wilayah Serpong. Kawasan ini memang sudah berkembang sedemikian pesat menyebabkan harga-harga tanah dan rumah di Serpong pun sudah melambung tinggi.
Bagi Anda yang berminat tinggal di Tangerang, namun ingin tinggal di wilayah selain Serpong, banyak terdapat pilihan hunian yang tidak kalah menarik baik dari segi kualitas, fasilitas, harga, serta prospektif.
Kawasan seperti Kota Modern, Banjar Wijaya, dan Puri Metropolitan dapat menjadi pilihan hunian alternatif Anda di Tangerang. Banjar Wijaya misalnya, hunian eksklusif di Kota Tangerang ini menawarkan sejumlah fasilitas menarik. Mulai dari club house, kolam renang, lapangan tenis, tempat ibadah, sarana pendidikan, taman keluarga, ruko-ruko, dan lain sebagainya.
Hunian sudah ada sejak tahun 1991 ini, telah berhasil mengembangkan lahan seluas 90 hektar dengan 2.600 unit rumah. Segment pasar Banjar Wijaya memidik masyarakat kelas menengah-atas. Karena itu harga jual rumah yang mereka tawarkan berkisar antara Rp 300 juta hingga Rp 1 milyar, dan sejauh ini rumah yang sudah terjual mencapai angka tidak kurang dari 2.500 unit rumah. Banjar Wijaya percaya kalau hunian ini sangat prospektif mengingat daerah Tangerang seudah lebih dahulu berkembang sehingga lingkungannya sudah lebih jadi dengan tingkat hunian lebih tinggi, serta tambahan kemudahan akses dengan rencana pembangunan Jakarta Outer Ring Road tahap 2 yang melalui Jalan Raya Cipondoh.
Kota Modern yang dikembangkan oleh developer Modernland mempunyai profil segmen yang juga beragam. Menurut penuturan Novi Imelly, GM Marketing & Business Development Director Kota Modern, kawasannya ini bukan semata perumahan, tetapi lebih merupakan urban development. Berdiri diatas lahan 800 hektar dan baru dikembangkan sekitar 400 hektar telah membangun 3.000 unit rumah untuk segment kecil, menengah, dan atas. Namanua juga urban development, fasilitas yang tersedia pun lengkap sebagaimana layaknya kota mandiri.
Sementara, perumahan Puri Metropolitan yang berlokasi persis di perbatasan Jakarta – Tangerang juga bisa menjadi alternatif pilihan di Tangerang. Harga yang ditawarkanpun relatif terjangkau, yakni berkisar antara Rp 300 juta hingga Rp 700 juta. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap untuk perumahan bagi segmen masyarakat berskala kecil dan menangah. Tersedia food court, teniss court, lapangan bulutangkis indoor, serta tengah dibangun fasilitas kolam renang.
Tono Suprapto, GM PT Metropolitan Permata Developer, pengembang Puri Metropolitan melihat kawasannya ini sangat prospektif, karena meski sangat berdekatan dengan Jakarta, namun masih terasa nyaman dan asri. Cocok untuk pengembangan wilayah karena masih banyak lahan yang tersedia. Sejauh ini, menurut Tono, baru sekitar 40 hektar yang dikembangkan dengan 800 unit rumah yang baru terbangun dan terjual. Dan kini tengah dibangun koridor ST 2 yang menghubungkan Tol Bandara dengan Tol Jakarta – Tangerang.
Meski tidak sepopuler perumahan berskala besar Bintaro Jaya, Bumi Serpong Damai maupun Lippo Karawaci, perumahan yang termasuk dalam kategori hunian alternatif ini memang layak menjadi pilihan. Apalagi dengan segera direalisasikannya sejumlah rencana tata kota Tangerang, yang pasti akan menambah nilai kawasan hunian ini. Dan sebagai instrumen investasi pun bakal menguntungkan. [m. imam wibowo]
Tags: Banjar Wijaya, Bekasi, Bintaro Jaya, Bumi Serpong Damai, Depok, Kota Modern, Lippo Karawaci, PT Metropolitan Permata Developer, Puri Metropolitan, Real Estate, Serpong, Tangerang
Kepada Pengembang Perum Banjar Wijaya.
Kami adalah pasangan suami istri yang telah tinggal di perum Banjar Wijaya selama lebIh dari 10 tahun lamanya, tapi setiap saat hujan bersama istri, kami berdua harus terus menerus melakukan sholat mujizat agar tidak terjadi banjir.
Menit demi menit terus memandang keluar rumah untuk memantau ketinggian air di saluran pembuangan dan perkembangan debit jumlah air dihalaman depan rumah sambil terus membayang-bayangkan:
• Apakah sudah dan akan terjadi BANJIR pada hujan kali ini?
• Apa yang sedang terjadi dilokasi tempat ditempatkan nya pompa air sementara, dilokasi areal dekat ruko?
• Saat ini “apa yang sedang dikerjakan oleh si tukang jaga pompa”?
• Apakah petugas sudah menjalankan pompa ? Apakah dia tidak kelupaan?
• Apakah mesin pompa nya tidak bermasalah? …………………………………….
Terus bergulir pertanyaan-pertanyaan lain yang tidak ada jawabannya, sambil mengamati hujan yang terus turun dengan hati berdebar dan tidak berhenti mengiringi turunnya hujan dengan komat-kamit memanjatkan doa mujizat. Setiap kali hujan turun bertambah deras, maka istri akan melakukan ritual jalan berkeliling rumah sambil komat-kamit akibat trauma dan kegelisahan.
Yth pimpinan Pengembang Perum BANJAR WIJAYA.
Apakah ini yang dinamakan tinggal diperumahan ideal? Walaupun dikelilingi fasilitas dan lingkungan asri? Tapi dihantui fenomena BANJIR !!!
Bayangkan sesaat bila anda adalah Saya, bagaimana perasaan hati anda dikala saat hujan turun, khususnya anda tinggal di perum Banjar Wijaya areal blok A !!!
Apakah tidak ada lagi solusi yang pasti-pasti (merancang system pembuangan air yang baik atau apapun) untuk mengatasi problema banjir tersebut? Sebagai suatu program kerja untuk meyakinkan ketentraman hati para penghuni perum Banjar Wijaya !!!
Yakinkanlah kami para warga perum Banjar Wijaya dengan suatu tindakan tehnik pengairan proffesional dan kongkrit yang dapat mengatasi banjir diwilayah perum Banjar Wijaya areal blok A, bukan hanya dengan ditempatkannya pompa baru tapi terkesan hanya sementara dan tida jelas siapa operatornya (Mr x), sehingga nasib Kami berada ditangan operator yang tidak jelas (Mr x).
Lakukan lah suatu hal yang dapat meyakinkan kami dan perlu diketahui bahwa kami semua rela untuk turut membantu beaya, DEMI untuk dapat mengatasi permasalahan banjir tersebut, dari pada harus menanggung kerugian akibat dari banjir + TURUN NYA NILAI ASET HARTA KAMI (RUMAH TINGGAL) dan pihak pengembang harus malu dengan promosi yang tidak bertanggung jawab.
kepada bpk penghuni perum banjar wijaya..
apa benar yang banjar wijaya seperti itu? soalnya saya berniat ambil rumah di sana. Keadaan banjir itu apa setiap saat hujan turun atau hanya pada saat siklus tahunan (biasa sekitar jan- mar)
selain banjar wijaya, kira2 admin bisa sarankan dimana lagi (sekitar tangerang), mengingat saya beraktifitas di daerah kapuk
thanx
saya juga rencana ambil disana … rumah second sih kata pemilik lamanya memang di pintu gerbang kalo hujan deras suka banjir tapi gak lama… katanya kalo say amo ambil yg cluster saya tanya tetangga sekitar tdk banjir, kalo di blok A area rumah terdepan.. banjir itu saya kurang tau.. ya karna saya belum sempat tanya orang yg sekitar yg rumahnya terdepan
Saya penghuni banjar wijaya kalau blok A itu jika hujan deras bisa dipastikan banjir & jika deras sekali mobil sedan ngak bakal bisa lewat karena banjirnya bisa sebatas pinggang orang dewasa di boulevard nya
demikian info yg saya ketahui moga2 berguna wass
Assalamualaikum bapak pengembang apa benar yg dikeluhkan warga penghuni perumahan banjar wijaya menagalami nasib banjir yg selalu menghantui tiap musim hujan?kalo memang benar cobalah atasi bagaimanapun bapak telah mempromosikan perumahan yg katanya bebas banjir tapi nyatanya………yaaaaaaaaaaahhhhhhh banjir kalo ga ada penanganan yg serius saya mending cari yg lain aja ah ga jadi ntar di kala lagi tidur nyenyek tenggelammmmmmmmm terimakasih wasssalamuaalikum