
Pembangunan hunian yang gencar oleh para pengembang properti sering kali mendahulukan bagunan fisik, mengenjar keuntungan, lalu mengabaikan aspek lingkungan. Tetapi tidak demikian dengan pengembang Summarecon. Belum lama ini Summarecon kembali melakukan aksi peduli lingkungan dengan menghadirkan Taman Jogging di Kelapa Gading. Sesungguhnya, apa yang melandasi pengembang menghadirkan Taman Jogging ? Lalu apa saja yang bisa diperoleh masyarakat dari wahana ini ?
Kepedulian pengembang terhadap pelestarian lingkungan dapat direfleksikan dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah dengan membuka areal hijau terbuka yang berfungsi sebagai fasilitas publik sekaligus paru-paru kawasan tersebut. Aksi peduli lingkungan inilah yang coba kembali digiatkan oleh developer kawasan kota kenamaan, PT Summarecon Agung Tbk., yakni dengan menghadirkan Taman Jogging Summarecon Kelapa Gading.
Taman yang menempati lahan seluas 1,6 hektar ini bagaikan oase di padang pasir. Sebab kini di wilayah DKI Jakarta tentu tidak mudah menemukan area terbuka hijau seperti Taman Jogging, terutama di wilayah Kelapa Gading yang telah menjelma menjadi sebuah kota modern dengan kehidupan perkotaan masyarakatnya yang tinggi. Sebagai tanda dibukanya fasilitas ruang hijau bagi masyarakat Kelapa Gading, Gubernur Propinsi DKI Jakarta, Fauzi Bowo meresmikan Taman Jogging ini pada 25 Januari 2008 lalu. Menurut Gubernur, Taman Jogging ini merupakan program peningkatan kualitas hidup masyarakat yang coba diwujudkan oleh Summarecon selaku pengembang.
Sesuai dengan namanya, Taman Jogging di berfungsi sebagai arena track jogging bagi warga khususnya yang tinggal di Summarecon Kelapa Gading dan sekitarnya, sekaligus merupakan paru-paru kota serta area tangkapan air hujan. Taman hijau terbuka ini, menurut Johanes Mardjuki, Direktur Utama PT. Summarecon Agung Tbk., terwujud berkat kerjasama Dinas Pertanaman Propinsi DKI Jakarta dengan PT Summarecon Agung Tbk., selaku perintis pengembangan wilayah Kelapa Gading.
Dalam rangkaian acara Peresmian Taman Jogging, Gubernur DKI Jakarta bersama Summarecon menghimbau masyarakat untuk mulai turut aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Untuk mendukung upaya ini, sebanyak 62 RW yang berada di Sumarecon Kelapa Gading masing-masing menerima 10 batang pohon dan 1 alat biopori. Secara simbolis penyerahan dilakukan oleh Gubernur Fauzi Bowo kepada perwakilan 3 RW dan Ketua Forum Peduli Lingkungan Masyarakat Kelapa Gading, dengan disaksikan Kepala Dinas Pertanaman DKI Jakarta, Sarwo Handayani, Direktur Utama Summarecon, Johanes Mardjuki, serta Direktur Summarecon, Liliawaty Rahardjo.
Taman Jogging Summarecon Kelapa Gading ini merupakan fasilitas yang dibuka untuk umum. Karena itu, untuk berjalan sebagaimana mestinya, Fauzi Bowo maupun Johanes Mardjuki menghimbau kepada masyarakat untuk mencintai Taman Jogging ini sekaligus diharapkan kualitas hidup masyarakat setempat akan menjadi lebih baik lagi.
Tanggung jawab sosial dan lingkungan dari pengembang Summarecon rupanya tidak sebatas konsep dan wacana. Pembangunan Taman Jogging ini merupakan wujud nyata komitmen pengembang pada aspek sosial dan lingkungan, juga tentunya kian melengkapi berbagai fasilitas umum dan pendukung bagi masyarakat Kelapa Gading dan sekitarnya. [adv/m. imam wibowo]
:: Saksikan liputan selengkapnya di program Realestat Sabtu, 16 Februari 2008, pukul 09:30 WIB di Metro TV bersama Maudy Koesnaedi ::
Baca juga : Fasilitas Taman Jogging Summarecon Kelapa Gading
Tags: Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, PT Summarecon Agung Tbk., Ruang Terbuka Hijau, Taman Jogging Summarecon Kelapa Gading, Urban
mmmmmhhhhhhhhhhhhhhhhhhh………..
Kamuflase….
sekarang memang masih Taman Jogging, tapi 2 atau 3 tahun lagi udah jadi Mall atau Apartemen.
Summarecon memang pintar mengiming-imingi masyarakat dengan mengubah Kebun Bibit (dulunya lokasi kebun bibit milik dinas pertamanan kelapa gading) menjadi Taman Jogging, lalu nanti nya “disulap” jadi Mall atau Apartemen.
Kita liat saja berapa lama Summarecon mau mengelola Taman Jogging yg notabene tidak memberikan omset buat Summarecon, lalu Taman Jogging akan ditelantarkan oleh Summarecon sehingga masyarakat pun enggan mendatangi Taman Jogging, setelah ditelantarkan lalu Summarecon “menyulap”nya menjadi mall atau apartemen.
Karena lokasi Taman Jogging sangat strategis sekali, berada di bundaran Kelapa Gading.
Yang jelas sekali, kalau Taman Jogging sudah menjadi mall atau apartemen tentunya mendatangkan keuntungan yg sangat besar sekali buat summarecon.
Jadi buat masyarakat, selamat menikmati Taman Jogging selama masih bisa dinikmati.
cintailah jakarta
Budha bless u
Saya sangat mendukung atas respon yang telah dilakukan oleh group Summarecon di Kelapa Gading, dengan dibangunnya fasilitas taman jogging tersebut, Masyarakat sekarang sudah mulai pintar untuk memilih pemukiman yang baik dan mulai sadar akan pentingnya lahan terbuka dan penghijauan.
Dengan adanya sarana ini maka bukan hanya fasilitas mall yang sudah sangat baik bahkan arena terbuka dan hijau mulai diperbanyak. Semoga dapat lebih ditingkatkan lagi diwaktu yang akan datang.
Saya yakin niat baik Group Summarecon untuk menciptakan pemukiman yang baik akan terus dilakukan karena saya melihat dari awal Masjid yang baik dan besar masih ada disamping Mega Mall Kelapa Gading, demi untuk kebutuhan masyarakat muslim yang ada.
Semoga kerukunan dan kekeluargaan masyarakat Kelapa Gading multiculture yang dari dulu telah tertata dengan baik tidak dirusak dengan segelitir orang yang hanya mementingkan kepentingan pribadi. Mohon jangan melakukan promosi makanan2 non halal dengan billboard2 besar disepanjang Bolevard Raya yang dapat membuat risih masyarakt, khususnya muslim yang tinggal Kelapa Gading ( tidak cocok dan tidak beretika dengan multiculture masyarakt KG yang ada) .
Sukses selalu Summarecon….dan tetap gunakan hati nurani dan kejujuran untuk melakukan segala pengembangan, biar keluarga besar Kelapa Gading tetap mencintaimu…
Bravo…Group Summarecon Kelapa Gading.